Budidaya
Ikan Nilla adalah ikan yang pertumbuhan dan perkembangan biakannya paling cepat
dibandingkan ikan lain. Ikan nilan dapat tumbuh sampai 1 kg per ekornya dengan
rasa dagingnya yang enak. Ikan nila merupakan ikan favorit bagi para peternak
ikan karena nilai jualnya yang relatif tinggi dan sekaligus masa pertumbuhannya
yang pesat menyebabkan waktu panen yang lebih pendek. Ikan nila juga mudah
sekali pembudidayaannya, bahkan ikan ini dapat dibudidayakan dengan berbagai
macam cara menggunakan kolam, jarring apung , atau karamba, di sawah, bahkan di
kolam yang berair payau ikan ini mampu tumbuh dan berkembang.
Spo Pematangan
Gonad
1
Tujuan
Untuk mendapatkan
ikan nilla matang gonad akan digunakan untuk kegiatan peminmjaman.
2 Ruang lingkup
1.
Manajememn pakan
2.
Manajemen kesehatan ikan
3.
Manjemen kualitas air
3 Alat dan
Bahan
1.
Induk nilla betina dan jantan
2.
Pakan berupa pellet
3.
Ember dan induk pakan
4.
Kolam pematangan Gonad
4
Prosedur
1.
Pematangan gonad induk betina dan pejantan dilakukan di kolam terpisah atau di
kolam yang sama setelah di beli sekat menggunakan bamboo atau bahan alain .
2.
Waktu pemantanag gonad sekitar 2 mingggu
3.
Luas kolam yang digunakan menyesuaikan jumlah ikan dengan acuan 4- 5 ekor/M2
sebagai contoh jika jumlah induk betina 300 ekor dan pejantan 100 ekor atau
total ikan 400 ekor, luas kolam pematangan gonad yang diperlukan sekitar
80-100 M2
4.
Air harus mengalir dengan debit minimal 10It/detik.
5.
Pemberian pakan induk dilakukan pada pagi dan siang hari .
6.
Pakan yang diberikan berupan pellet dosii 2% hari dari bobot biomasa .
7.
Pertahankan ketinggian air kolam minimal 1 m , jika permukaan air turun lakukan
penambahan air pada pagi hari .
8.
Lakukan pem,antauan kualiutas air secara rutin dengan acuan suhu 270c,-8
dan DO> 4ppm .
9.
Lakukan pemantauan hama penyakit ikan secara suhu rutin ikan yang sakit
haruus segegra di karantinakan untuk di obati atau untuk di musnakan .
SPO PERSIAPAN KOLAM
PEMIJAHAN
1.
Tujuan
Mempersiapakan kolam
pemijahan untuk ketinggian pemijahan ikan nilla menggunakan system
benih
2.
Ruang Lingkup
1.
Penegeringan kolam pemijahan
2.
Pemasanagn pralom pada outlet
3.
Pengisian air
3. Alat dan bahan
1. Pralon
pada ouytlet
2.
Saringan stinin pada outlet
3. Kolam
peminjahan sapi benih
4.
Prosedur
1.
Berikan kolam pemijahan dati sampah/
kotoran dan ikan liar
2. Keringkan kolam pemijahan selama 2-2
hari atau secukupanya samapai dasar ,kolam keringa.
3.
Mempupukan tidak dilakukan, pengampuran
di lakukan apabilapH< 7
4.
Tutup outlet dengan pralon
5.
Pasang saringan strinmin inlet
agar ikan - kikan liar tidak masuk selama pengisian air .
6. Isi kolam dengan air bersih hingga
ketinggianair pada outlet sekitar 50-60cm air jangan terlalu dalam untuk
memudahkan saat pengambilan larva .
7. Tutup inlet pertahankan ketinggian air
, bila permukaan air turun kolam sudah keruh lakukan penambahan air pada pagi
hari .
SPO PEMIJAHAN SAPIH
BENIH
Tujuan
Untuk mendapatkan
larva ikan nilla yang bermutu baik dan berjumlah banyak
Ruang Lingkup
1.
Manajememn pakan
2.
Manajemen kesehatan ikan
3.
Manjemen kualitas air
Alat dan Bahan
1.
Induk nilla betina dan pejantan
2.
Pakan induk berupa pellet
3.
Ember dan induk pakan
4.
Kolam pemijahan sampih benih
Prosedur
1. Induk yang sudah matang
godad dimasukan kelom pemijahan secara bersamaan dengan perbandingan induk
betina dan pejantan adalah 3: 1
2. Waktu
peminjahan sapih benih sekitar 1 bulan
3. Luas
kolam pemijahan yang digunakan menyesuaikan jumlah ikan dengan acuan 1-2 ekor/m2
4. Pemberian pakan dengan
dosis 1% dari biomas/ hari diberikan dua kali pada pagi , siang dan hari
5. Pertahankan ketinggian
air pada outlet sekitar 50-60 cm, bila air turun atau air kolam sudah terlalu
keruh lakukan penambahan air pada pagi hari .
6.
Lakukan pemantauan kulitas air dan hama panyakit ikan secara ritin
7. Larva
mulai muncul sekitar hari ke7 setelah ikan dipijahkan.
SPO PENGAMBILAN LARVA
Tujuan
Mengambkilan larva
secara hati-hati setipa hari mulai larva munciul sampai berikan
waktu pemijahan
Ruang lingkup
1.
Mengambil larva setiap hari
2.
Mengambil induk dan pemijahan
untuk pematangan gonad kembali
Alat dan bahan
1.
Waring ikuran 1 x 1 m
2.
Sesr halus
3.
Ember penampung larva
4.
Alat grading benih
5.
Jarring memanjang untuk menangkap= induk
6.
Sesr linduk
7.
Alat angkut induk ( emmber blong dan pikulan )
Proses
1.
Pengambilan larva dilakukan setiap hari pada pagihari dan hari mulai larva muncul
sampali berakhir ywaktu pemijahan
2. Larva
ditangkap menggunakan waring seser jkhalus digunakan untuk mengambil larva yang
sudah diambil terkumpul diwaring , larva kemuadian dimasuk ke
dalam ember .
3. Larva
yang diambil dideder di kolam pendeder I yang yang sudah di persiapkan,
dengan ketentuan pengambilan larva 5 mhari terturut-turut dideder di
kolam pendederan .
4. Hal di
atas dilakuakan agar larva yang dideder tidak memiliki perbedaan ukuran/umur
yang terlalu jauh, untuk menghindari kanibalisme benih yang besar terhadap Larva
yang baru dideder / dimasukan .
5.
Pengambilan larva kolam pemijahan di usakan harus bersih , sebab larva
yang lolos akan tumbuh menjadi semakin besar dan dapat memangsa larva yang baru
menetas .
6. Pada
hari ke 30, air di kolam pemijahan di surutkan , induk betina dan
pejantan di tangkap menggunakan jarring dan di pindahkan secara terpisah,
kolam pematangan gonad .
7. Larva
/ benoh yang tertinggal segera diambil degrading dan disusulkan ke kolam
pendederan I yang sesuai dengan ukuyran .
SPO PERSIAPAN KOLAM
PENDEDERAN
Tujuan
Mempersiapkan kolam
agar memenuhi persyaratan teknisi untuk pendederan I-III ( P1-P3)
Ruang Lingkup
- Perbaikan saluran tengah/kemalir dan pengelolahan dasar kolam
- Pengeringan, pemupukan pengapuran, pemasangan saringan pada inlet dan outlet
- Pengisisn air sesuai kedalaman yang diinginkan
Alat dan bahan
- Cangkul
- Saringan inlet dan outlet
- Ember blong dan pikulan
- Pupuk organic
- Kapur tohor
Prosedur
- Sebelumlarva/ benih dideder , kolam pendederan harus dipersiapkan terlebijhdahulu
- Perbaikan salut jtengah/kemalir, bersihkan ,kolam dari sampalh/kotoran dan ikan liar
- Olah dasar kolam dengan cara dicangku
- Keringkan dasar kolam selama 1-3 hari atau secukupnya sampai tanah dasar retak-retak
Kolam pendederan I (
P1)
- Lakukan pengampuran dengan dosis 50-100grM2
- Pemupukan dengan dosis 100- 500 gr/m2
- Pasang saringan pada inlet dan outlet
- Kolam di isi air dengan keadaan awal 20 cm pada outlet, biarkan selama ± 4 hari untuk menumbuhkan plankton .
- Setelah plankton tumbuh , kolam stiap di gtebari larva .
- Penambahan air dilakukan secara bertahap sampali panen hingga mencapai kedalam 60-80 cm .
Kolam pendederan
II-III ( P2-P3)
- Berbede dengan persiapan kolam pendederan I, pengapuran dan pemupukan tidak perlu dilakukan
- Pengisian air kolam langsung serentak dalam 1 hari sampaikedalaman 80- cm
- Air tetap mengalir dengan debit 5-10It/detik
- Kolam siap diberikan benih untkuk pendederan II-III (P2-P3).
SPO PENDEDERAN I (
P1)
Tujuan
Memelihara
larva ikan nilla hingga ukuran 3-5 cm selama 1 bulan
Ruang lingkup
1.
Manajememn pakan
2.
Manajemen kesehatan ikan
3.
Manjemen kualitas air
Alat dan Bahan
- Kolam pendederan I ( p1)
- Larva ikan nilla
- Ember kecil
- Pakan larva berupa pellet atau pakan serbuk
- Alat grading benih
Prosedur
- Pindahkan larva hasil pemijahan sapih benih menggunakan ember ke kolam P1 yang sudah dipersiapkan
- Penebaran larva dil;akukan sekitar inlet pada pagi hari ember kekolam pendapatan larva 100-150 ekor
- Masukan ember kedalam kolam dengan posisi miring secara hari hati dan dilakukan sesudahnya.
- Lama pendederan I ( p1) adalah 1 bulan
- Pemberian paq;kan dilakukan berupa pellet atau pakan serbuk dengan dosisi 30% hari dari bobot biomasa .lakukanlah pematauan kualitas airdan hama penyakit secara ruti
- Pemasenan benih dilakukan pagi hari pada ke 30 .
- Benih dibawah ke bak grading untuk grading berdasarfkasn ukurannya
- Selanjutnya benihdapat dilanjutkan untuk pendederan II atau dipindahkan ke kolam pemberokan sebelum dijual .
CARA CEPAT
MEMBUDIDAYA IKAN NILLA
Perkembangbiakan
Ikan
nila dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 – 5 bulan dan ia akan mencapai
pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 – 2 tahun. Pada saat
ia berumur lebih dari 1 tahun kira – kira beratnya mencapai 800g dan saat ini
ia bisa mengeluarkan 1200 – 1500 larva setiap kali ia memijah. Dan dapat
berlangsung selama 6 – 7 kali dalam setahun. Sebelum memijah ikan nila jantan
selalu membuat sarang di dasar perairan dan daerahnya akan ia jaga dan
merupakan daerah teritorialnya sendiri. Ikan Nila jantan menjadi agresif saat
musim ini
Kebiasan Ikan Nilla
Ikan
nila termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat
berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila saat
ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah
dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain
yaitu daun talas.
Hal
yang harus anda ketahui untuk memelihara ikan nila adalah : pertumbuhan dari
ikan ini sangat bergantung dari pengaruh fisika dan kimia serta interaksinya.
Pada saat curah hujan yang tinggi misalnya pertumbuhan berbagai tanaman air
akan berkurang sehingga mengganggu pertumbuhan air dan secara tidak langsung
mengganggu pertumbuhan ikan nila. Ikan nila juga akan lebih cepar tumbuhnya
jika dipelihara di kolam yang dangkal airnya, karena di kolam dangkal
pertumbuhan tanaman dan ganggang lebih cepat dibandingkan di kolam yang dalam.
Ada yang lain yaitu kolam yang pada saat pembuatannya menggunakan pupuk organic
atau pupuk kandang juga akan membuat pertumbuhan tanaman air lebih baik dan
ikan nila juga akan lebih pesat pertumbuhannya.
Ikan nila jantan juga memiliki keunggulan dibandingkan dengan yang betina. Ikan jantan memiliki pertumbuhan 40% lebih cepat dibandingkan dengan yang betina. Terlebih jika dipelihara dalam kolam yang dibedakan. Atau monosex
Pembenihan Ikan Nilla
Lahan
atau kolam untuk pembenihan ikan nila dibagi dalam dua kelompok yaitu kolam
pemijahan dan kolam pendederan. Kolam-kolam sebaiknya dibuat dengan pematang
yang kuat , tidak porous ( rembes ), ketinggian pematang aman ( minimal 30 cm
dari permukaan air ), sumber pemasukan air yang terjamin kelancarannya, dan
luas kolam masing – masing 200 m2. Di samping itu perlu di perhatikan juga
keamanan dari hama pemangsa ikan seperti anjing air, burung hantu, kucing dan
lain-lain, sehingga dianjurkan agar agar lingkungan perkolaman babas dari pohon
pohon yang tinggi dan rindang, sementara sinar matahari pun dapat masuk ke
dalam kolam.
Induk
ikan nila mempunyai bobot rata-rata 300 g/ekor. perbandingan betina dan jantan
untuk pemijahan adalah 3:1 dengan padat tebar 3 ekor /m2. Pemberian pakan
berbentuk pellet sebanyak 2% dari bobot biomassa per hari dan diberikan tiga
kali dalam sehari. Induk ikan ini sebaiknya didatangkan dari instansi resmi
yang melakukan seleksi dan pemuliaan calon induk diantaranya Balai Penelitian
Perikanan Air Tawar Sukamandi, sehingga kualitas kemurnian dan keunggulannya
terjamin.
Semarang 28 February 2015
{ BY : Markus kogaa }
Home